Mendorong mobilitas, Mendukung kehidupan yang lebih berkualitas
Ada dua (2) kata kunci yang ingin diketengahkan dalam tagline ini, yaitu mobilitas dan kualitas kehidupan.
Mobilitas
Mobilitas mengartikan beberapa prinsip transportasi urban yang perlu untuk diketahui oleh seluruh pemangku kepentingan MRT Jakarta yaitu: Menggerakan manusia, bukan barang, mobil atau kendaraan lainnya. Jalan raya adalah menyediakan tempat bagi kendaraan, dimana di dalam kendaraan terdapat manusia atau barang (kendaraan truk atau mobil box misalnya). Dalam sebuah kota dengan densitas penduduk seperti Jakarta dengan penduduk mencapai 8 juta jiwa, dan komuter keluar masuk setiap harinya diperkirakan mencapai lebih dari ½ penduduk DKI Jakarta, maka sebenarnya permasalahan sehari-hari adalah bagaimana penduduk (bukan barang) secara aman, nyaman dan handal dapat bergerak keluar masuk dan selama di dalam kota untuk melakukan kegiatan ekonomi dan sosialnya (mobilitas). Tentunya jika mengandalkan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil, maka akan ada keterbatasan pengembangan jalan raya, terutama dari sisi pembebasan lahan. Sehingga konsep transportasi dalam sebuah kota urban seperti Jakarta seharusnya tidak berfokus kepada membuat jalan, jembatan layang dsb, tetapi memperbaiki transportasi publik yang mampu membawa manusia ke tempat yang ingin dia tuju.
Sistem MRT tidak akan mengatasi kemacetan, kemacetan tidak akan disolusikan dengan adanya sistem MRT saja. Dibutuhkan integrasi sistem transportasi lain, penataan dan pengembangan tata ruang berbasis transit (Transit-Oriented Development), sehingga kemacetan dapat berkurang.
Kualitas Kehidupan
Kualitas Kehidupan (Quality of Life) adalah sebuah isu besar dunia saat ini. Dalam World Urban Forum (WUF) di Vancouver Canada 2006, telah diprediksi bahwa pada 2010, lebih dari setengah penduduk dunia akan berada di kota-kota besar (urban city), tidak lagi di pedesaan atau kota kecil. Ini akan mengakibatkan permasalahan serius, karena biasanya kota-kota urban di negara berkembang tidak memiliki infrastruktur dan daya dukung lingkungan yang cukup untuk mendukung sekian banyak penduduk. Di Jakarta sendiri, telah terasa efek dari jumlah penduduk yang melebih daya dukung lingkungan ini, seperti kemacetan, kelangkaan air bersih, sering terjadinya outbreak (wabah penyakit) seperti DBD, peningkatan penyakit infeksi saluran pernafasan akibat polusi dsb.
MRT Jakarta harus memiliki dukungan kontribusi dalam mencoba membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Jakarta ini. Misalnya dari sisi polusi udara, diharapkan penggunaan sistem MRT akan mengurangi polusi yang akan ditimbulkan dengan berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi, dan hal ini dapat tercapai apabila masyarakat mempercayakan dirinya kepada layanan yang diberikan didalam MRT.
Menggerakkan Jakarta menjadi salah satu kota
modern terdepan di Asia, melalui operasional
terbaik berdasarkan standard dunia
Kata menggerakkan (moving) merupakan sebuah tanggung jawab yang tinggi yang akan diemban oleh MRT Jakarta. Jika dilihat sebagai contoh kasus ilustrasi di kota-kita besar dunia yang telah memiliki sistem MRT, akibat terganggunya sistem MRT di kota-kota tersebut akan terganggu pula (jika tidak bisa dikatakan berhenti) roda perekonomiannya. Terlebih Jakarta adalah ibukota negara, bayangkan bahwa yang akan terganggu tidak hanya Jakarta tetapi juga Indonesia. Ketika manusia tidak bisa bergerak leluasa (mobilitasnya terganggu) maka dia tidak bisa lagi melakukan kegiatan ekonomi (bekerja, berbelanja, dsb) atau sosial (sekolah, beribadah dsb), sehingga sebuah kota seolah-olah berhenti karena manusianya berhenti untuk bergerak. Kepercayaan masyarakat kepada MRT harus dibangun, dijaga dan secara terus menerus ditingkatkan sehingga MRT dapat benar-benar berkontribusi terhadap bergeraknya roda perekonomian Jakarta.
Meraih kepercayaan masyarakat yang tinggi akan membutuhkan sebuah sistem Operasional yang Terbaik (Operational Excellence) dengan mengacu kepada standard dunia. Sistem MRT dunia telah memiliki standard dunia sehingga dipercaya menjadi sebuah alternatif terbaik transportasi masal. Standard dunia ini mencakup keselamatan, kehandalan, operasional dsb. Tentunya MRT Jakarta akan menggunakan standard ini sebagai acuan, tetapi tetap melakukan peningkatan kualitas berkesinambungan sehingga mampu melampaui standard-standard dunia ini secara optimal.
Beroperasinya MRT dengan standard dunia, maka Kota Jakarta telah dapat dikatakan sejajar dengan kota-kota besar di Asia, karena Jakarta telah berhasil memiliki sistem transportasi dengan kualitas yang sama bahkan lebih. Setiap tamu yang berkunjung ke Jakarta, terutama yang berasal dari negara lain, akan dapat menikmati sebuah sarana transportasi yang sama seperti yang mereka rasakan di kota-kota besar lain di dunia, yaitu bersih, aman, nyaman dan handal.
Memberikan layanan terbaik secara
berkesinambungan dalam transportasi massal
cepat yang aman, nyaman dan andal
Ada beberapa kata-kata kunci di misi kita ini yang perlu diketahui oleh seluruh organisasi MRT Jakarta yaitu:
Sustainable Excellence Service (Layanan Terbaik yang Berkesinambungan). Kata berkesinambungan meminta MRT Jakarta untuk melakukan keseimbangan antara kepentingan jangka pendek dan jangka panjang, keseimbangan antara memuaskan pelanggan dan kepentingan organisasi, keseimbangan antara idealisme dan kemampuan organisasi, keseimbangan antara efektivitas dan efisiensi. Sebuah layanan yang terbaik tidak berarti mengorbankan satu hal dengan yang lain. Ada banyak kasus ketika organisasi berusaha untuk menyenangkan pelanggannya tetapi ternyata secara jangka panjang usaha ini tidak dapat membuat organisasi bertahan hidup sehingga bangkrut. MRT Jakarta harus memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat dan optimal, sehingga mendapatkan kombinasi terbaik dalam rangka menjaga kesinambungan layanannya.
Safe (Aman). Keamanan pada transportasi publik merupakan sebuah syarat mutlak mendapatkan kepercayaan masyarakat. Keamanan disini tidak hanya dalam arti yang sempit seperti kejahatan, tetapi juga terhadap kemungkinan terjadinya bencana baik alam maupun akibat kesalahan manusia. Bencana alam adalah seperti gempa bumi, banjir dsb, bencana akibat ulah manusia seperti kebakaran, terorisme, sabotase dsb. MRT Jakarta harus memiliki sebuah sistem pengelolaan resiko (risk management) yang secara berkala terkinikan (terupdate) dan melakukan latihan-latihan penanggulangan seandainya resiko terjadi.
Convenient (Nyaman). Kenyamanan merupakan sebuah satu kata sederhana tetapi untuk mewujudkannya merupakan hal yang kompleks. MRT Jakarta harus memandang kenyamanan dari 5 indera manusia: mata, hidung, kuping, kulit dan mulut. Mata berarti seluruh stasiun, toilet dan kereta harus dalam keadaan bersih mengkilat (spotless clean), memiliki rambu-rambu dan papan informasi yang jelas, layout ruangan yang jelas, dsb. Hidung berarti tidak ada area stasiun (termasuk toilet) yang mengeluarkan bau yang tidak sedap, dsb. Kuping berarti tidak ada suara yang tidak perlu atau mengganggu bahkan merusak ketika operasional atau melakukan perbaikan, dsb. Kulit berarti stasiun dan kereta akan berada pada suhu yang nyaman untuk bergeraknya manusia. Mulut berarti tidak ada makanan atau minuman yang dijual sebagai bagian dari stasiun yang tidak memenuhi standard kebersihan (higienis).
Reliable (Andal). Kehandalan secara sederhana adalah memberikan apa yang telah dijanjikan atau diucapkan (Walk the Talk). Jika kita berjanji kereta akan datang 5 menit sekali, maka maksimal 5 menit kereta akan datang. Bandara Changi di Singapura, terkenal memiliki waktu hanya 15 menit dari keluar pesawat hingga ke tempat taxi atau penjemput, jika anda tidak memiliki masalah imigrasi atau pabean.