Tanya Jawab
Tentang Proyek MRT
Bagaimana dengan kesiapan dari sisi keamanan dan keselamatannya? | Bagaimana dengan kesiapan dari sisi keamanan dan keselamatannya? |
|
|
|
|
Bagaimanadengan kesiapan dari sisi keamanan dan keselamatannya? Sebagai modatransportasi massal, maka keamanan menjadi tujuan utama. Unsur-unsur keamanan(security), keandalan(reliability), ketersediaan (availability) dan kemudahanpemeliharaan (maintainablity), mutlak dilekatkan pada MRT. Guna menunjang aspek-aspekdimaksud, pembangunan fisik maupun piranti lunak dalam proyek inimengaplikasikan teknologi terkini. Contoh, sistem operasinya juga modern, sehingga memberikantingkatsafety yang lebih baik.Dilengkapi dengan automatic train protection (ATP), yang membuat kereta berhenti sendiri gunamengantisipasi terjadinya tabrakan. Semuanya dikontrol dalam sebuah ruangbernama operation control center(OCC). Armada kereta dirancang canggih, handal, nyaman, dan dengan sistemperawatan dan pemeliharaan yang prima melalui ketersediaan fasilitas pemeliharanserta jadwal pemeliharaan yang terstandarisasi. Desain kereta mengadopsi model-model modern, handal, hemat energi, materialnya tidak mudah terbakar.Fasilitas lainnya juga tersedia mulai dengan mesin tiketotomatis (ticketingvending machine), signalling, hingga penunjang keamanan lainnya yang dirancangsedemikian rupa. Cerminan bahwa MRT menekankan pada aspek keamanan jugatercermin dari bangunan fisik lainnya, seperti terowongan, jembatan layang,maupun stasiun. Terowongan yang paling dalam terdapat di Stasiun Dukuh Atas,yang mencapai kedalaman sekitar 20 meter. Sedangkan paling rendah sekitar 12meter, dengan diameter 6 meter, dan jarak dengan terowongan sebelahnya seluas 6meter. Sedangkan jalur layang dirancang sedemikian rupa agar mampu mengakomodasikankendaraan yang lewat di bawahnya. Demikian halnya dengan bangunan stasiun. Penataan maupun pengaturan ruangan diatur berdasarkankapasitas dan kepadatan penumpang setiap stasiun. Disisilain, proyek ini memiliki lahan yangterbatas, sehingga pelaksanaannya menjadi tantangan tersendiri. Dalam membuatstasiun bawah tanah, PT MRT secara setahap demi setahap bekerja tanpamengganggu kelancaran lalu lintas di atasnya. Karena itu, program traffic management ini penting, sehinggatidak mengganggu aktivitas lain. Ini harus diantisipasi, agar dampakpembangunan dapat diminimalisasi. Berbagai langkah dalam mengantisipasi musibah ataubencana, baik yang disebabkan oleh manusia, alat, maupun alam juga terusdipersiapkan. Dalam mengantisipasi bencana banjir, misalnya, PT MRT Jakartatelah menyiapkan konstruksi atau desain untukmengantisipasi banjir. Tekniknya, di sekeliling stasiun akan ditinggikan sehingga pengunjungharus naik tangga dulu sebelum masuk stasiun bawah tana. Artinya, air tetap tidak dapat masuk ke stasiun meskipun wilayah disekeliling stasiun terendam.
Untuk menunjang safetydan security, PTMRT Jakarta telah merancangtahapan pekerjaan, mulai dari desain dasar, tender, konstruksi, hingga operasidan perawatan. PT MRT Jakarta juga mulai mempersiapkan strategic safety plan untuk persiapan operasi. |
|
| Terakhir Diperbaharui ( Thursday, 27 May 2010 ) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|