1. Berapa tarif yang akan diberlakukan pada penumpang untuk MRT nantinya?
AddMore

Tarif adalah kebijakan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. MRT Jakarta sebagai BUMD akan memberikan kajian dan perhitungan secara ekonomi dan Pemerintah Provinsi yang akan memberikan kebijakan untuk harga dan subsidi yang akan diberikan. Bagi MRT Jakarta, hal itu bukan merupakan masalah karena sebagai BUMD, 100 persen saham MRT Jakarta dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sesuai dengan Undang-Undang, 3 bulan sebelum beroperasi pemerintah akan menentukan tarif MRT.

2. Siapa PT Mass Rapid Transit Jakarta?
AddMore

PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta) adalah perusahaan berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas, yang secara mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Berdiri pada tanggal 17 Juni 2008, PT MRT Jakarta memiliki ruang lingkup kegiatan untuk pengusahaan dan pembangunan prasarana dan sarana MRT; pengoperasian dan perawatan operation and maintenance (O&M) prasarana dan sarana MRT serta pengembangan dan pengelolaan properti/ bisnis di stasiun dan kawasan sekitarnya, serta Depo dan kawasan sekitarnya.

3. Bagaimana perkembangan pembangunan MRT di Jakarta sejauh ini?
AddMore

Penyelesaian pekerjaan konstruksi MRT Jakarta koridor Selatan-Utara Fase 1 (Lebak Bulus - Bundaran HI) secara keseluruhan telah mencapai ± 44,45%. Dengan rincian secara garis besar, untuk pekerjaan proyek pada struktur layang telah menyelesaikan 28,45% dan struktur bawah tanah sebesar 60,61% (data per 31 Maret 2016). Secara umum, pekerjaan konstruksi yang tengah dilakukan saat ini antara lain pekerjaan konstruksi area depo MRT, pekerjaan pembuatan pondasi kolom jalur dan kolom untuk stasiun layang, pekerjaan pembangunan struktur boks stasiun bawah tanah, serta pekerjaan pembuatan terowongan jalur bawah tanah. Hingga saat ini, PT MRT Jakarta tetap optimis proyek akan rampung pada akhir tahun 2018.

4. Rencananya, MRT akan melayani mobilitas warga Jakarta kemana saja?
AddMore

Akan ada 2 koridor MRT yaitu Koridor Selatan-Utara dan Koridor Timur-Barat. Pembangunan koridor Selatan-Utara dibagi menjadi 2 Fase. Fase I yaitu dari Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI, Kemudian Fase 2 yaitu dari Bundaran HI sampai dengan Kampung Bandan. Sedangkan pembangunan Koridor Timur-Barat yaitu dari Cikarang hingga Balaraja.

5. Seperti apa spesifikasi kereta yang akan digunakan di jalur MRT?
AddMore

Bentuk dan desain kereta MRT masih dalam tahap pengembangan. Kereta MRT akan dibuat oleh pabrikan kereta dari Jepang, Nippon Sharyo bekerjasama dengan Sumitomo Corporation. Satu rangkaian kereta MRT akan terdiri dari 6 gerbong, dengan kapasitas penumpang sekitar 200 orang per gerbong. Dengan ini, satu kereta dapat memuat sekitar 1200 penumpang dalam satu waktu. Kecepatan maksimum kereta adalah 100 km/jam.

Sistem operasi kereta MRT akan menggunakan sistem ATO (Automatic Train Operation), dimana perjalanan kereta diatur secara otomatis sehingga tugas masinis haya menutup dan membuka pintu serta menekan tombol start awal kereta. Untuk mencegah terjadinya tabrakan antar kereta, kereta MRT akan dilengkapi dengan sistem ATP (Automatic Train Protection).

6. Apakah tujuan pembangunan proyek MRT?
AddMore

Sebagai kota metropolitan dan ibu kota negara, Jakarta menjadi barometer dan refleksi keberhasilan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Keberhasilan pembangunan infrastruktur di Jakarta akan menjadi katalisator pembangunan di daerah lain. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta senantiasa mengedepankan pembangunan infrastruktur berbasiskan kepentingan masyarakat. Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah infrastruktur transportasi. Pertumbuhan kendaraan bermotor yang setiap tahun tidak sebanding dengan pertumbuhan jalan mengakibatkan kekhawatiran akan terjadi kemacetan total di Jakarta pada 2020.

Berangkat dari kekhawatiran itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan percepatan pembangunan infrastruktur transportasi yang sangat mendesak dilakukan. Salah satunya adalah Mass Rapid Transit. Masyarakat Jakarta sudah lama memimpikan untuk dapat memiliki moda transportasi yang dapat diandalkan, aman dan nyaman. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta berusaha untuk mewujudkan harapan masyarakat Jakarta tersebut. Kami sebagai Badan Usaha Milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, memiliki tanggung jawab membangun, mengoperasikan, mengembangkan moda transportasi ini dan juga kawasan di sekitar area stasiun melalui konsep Urban Development.

7. Seberapa besar dampak MRT nanti dalam menyumbang penurunan kemacetan di Jakarta?
AddMore

Terlalu optimis jika mengatakan bahwa MRT dengan sendirinya dapat mengatasi kemacetan di Jakarta. MRT tidak dapat menjadi tulang punggung utama dalam mengatasi kemacetan, tapi MRT menjadi bagian dari solusi dengan menjadi bagian dari integrasi moda transportasi di Jakarta. Bersama dengan Transjakarta, Commuter Line dan moda transportasi massal lain yang akan terintegrasi, diharapkan secara bertahap kemacetan Jakarta dapat diatasi.