MRT Harus Tahan Gempa 8 Skala Richter
filed in Uncategorized on Oct.09, 2009
JAKARTA , Terowongan mass rapid transit (MRT) Jakarta harus dibangun dengan ketahanan luar biasa
(ekstraordinary). Terowongan MRT tahan gempa hingga 8 skala Richter.
Menurut Ketua Asean Chartered Profesional Engineer Coordinating (ACPEC) Sulistyo Sidharto Mulyo, jika dilihat
berdasarkan kekuatan strukturnya, bangunan yang terletak di bawah tanah lebih tahan terhadap berbagai bencana
dibandingkan bangunan di atas tanah.
â€oePada gempa di Kobe, Jepang, pada 1995, bangunan yang ada di atas tanah mengalami kerusakan hebat. Namun tunnel
(terowongan) untuk transportasi bawah tanah nyaris tidak mengalami kerusakan,― jelasnya di Jakarta, Kamis (1/10).
Selain itu, dia mencontohkan gedung bertingkat yang memiliki basement lebih kuat strukturnya dibandingkan yang tidak.
Sebab bangunan yang memiliki basement memunyai bagian fondasi yang menancap lebih dalam ke tanah.
Sulistyo menambahkan kemungkinan terjadinya bencana yang memengaruhi tunnel MRT seperti gempa dan banjir
masih dapat diatasi. Sebab, proyek MRT merupakan proyek bangunan nonstandar.
Maksudnya bangunan tersebut lebih kuat dan lebih canggih strukturnya dibanding bangunan biasa. Apalagi, MRT
dirancang untuk tahan dalam jangka waktu lama.
Mengenai ancaman banjir, Sulistyo memandang tidak perlu dikhawatirkan. Selain struktur bawah tanah dibuat kedap air,
setiap tunnel pasti memiliki saluran air. Meskipun ada saluran air yang bocor, kebocorannya bisa diperkirakan dan
ditampung di tempat tertentu.
â€oeBanjir terjadi di atas tanah tidak akan mengganggu tunnel MRT. Sedangkan MRT ada di kedalaman hingga 16 meter di
bawah tanah. Mengatasi banjir di dalam tunnel MRT sangat mudah,― ungkapnya.
Seperti ditulis Koran Jakarta (1/10), ada tiga ancaman serius terhadap pembangunan Mass Rapid Transit (MRT). Yakni,
bencana alam, human error, dan sabotase. Ancaman ini kian serius karena Indonesia belum memiliki pengalaman dalam
sistem transportasi bawah tanah.
Direktur Utama MRT Jakarta Tribudi Rahardjo memaparkan siap mengantisipasi kemungkinan bencana yang melanda
MRT baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun manusia.
Selain bekerja sama dengan ahli di bidang bencana alam untuk melakukan penelitian terhadap sejarah dan karakteristik
bencana di Jakarta, ia memastikan pembuatan basic design yang dilakukan Nippon Koei memperhatikan semua aspek
dan karakteristik khusus Jakarta, baik struktur tanah maupun kemungkinan bencana.
â€oeAda empat tahapan pembangunan MRT, yaitu tender basic design, konstruksi, operasional, dan maintenaince. Sejak
tahapan desain dasar kami sudah mulai melakukan simulasi operasional dan pemeliharaan MRT sehingga lebih cepat
mengetahui potensi bencana dan antisipasinya,― pungkas dia.
MRT dibangun dengan dana sebesar 144 miliar yen atau sekitar 10,2 triliun rupiah. Rencananya ada 17 rangkaian
gerbong yang mampu menampung 250 orang per gerbong.
MRT akan dibangun hingga 2016 yang membentang dari Lebak Bulus, Jakarta Selatan, hingga Dukuh Atas, Jakarta
Pusat, sepanjang 14,5 kilometer.
sumber : http://www.koran-jakarta.com/ver02/file-pdf.php?id=22647&&idkat=28

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.