JAKARTA(SI) – Sejumlah pasar tradisional akan diintegrasikan dengan stasiun mass rapid transit (MRT) tahap I (Lebak Bulus-Dukuh Atas).

Di pasar itu akan dibangun akses jalan ke stasiun. Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis mengatakan, sejumlah pasar yang akan terintegrasi dengan MRT adalah Pasar Blok A (Jakarta Pusat),Blok M (Jakarta Selatan), Bendungan Hilir (Jakarta Pusat),dan Pasar Glodok (Jakarta Barat). Selanjutnya Pasar Blora (Jakarta Pusat), Palmeriam (Jakarta Timur),Tanah Tinggi Poncol (Jakarta Pusat), dan Pasar Tanah Abang (Jakarta Pusat).

Di pasarpasar itu akan dibangun jembatan toko atau akses jalan ke stasiun. “Namun akan lebih bagus lagi kalau ada akses langsung bawah tanah dari stasiun yang tembus ke pintu pasar,” kata Djangga di kantornya kemarin. Guna penyesuaian, lanjut Djangga, desain bangunan delapan pasar itu akan diubah sesuai kontur stasiun.

Penambahan fasilitas yang masih dalam perencanaan yaitu penyatuan hotel dan perkantoran dengan pasar juga akan diakomodasikan dengan desain dasar pembangunan MRT. Dengan penyatuan ini,diharapkan pasar akan lebih ramai. Ditambahkan Djangga, pihaknya masih menunggu desain teknis dari pengelola MRT untuk integrasi ini. “Kami belum dapat memberikan gambaran lain.

Namun diharap integrasi ini akan berjalan seiring dengan pengoperasian MRT pada 2016,”ujarnya. Terkait revitalisasi pasar tradisional, selain terintegrasi dengan MRT dan akan digabung dengan hotel serta perkantoran, bentuk pasar juga akan diubah menjadi desain hanggarisasi sehingga bentuk bangunan menjadi sederhana dan transaksi pembelian pun menjadi cepat.

Selain itu, pihaknya juga akan menambah pasar tematik seperti pasar obat, pasar burung, pasar batu aji, pasar ikan hias, dan pasar bunga. Namun, karena dananya terbatas, peremajaan ini akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Selanjutnya sebagai pusat penyuplai usaha dan distribusi bagi pedagang, pihaknya juga akan bangun depo logistik.

Pasar yang akan dijadikan depo ini yaitu Pasar Rumput (Jakarta Selatan), Cengkareng (Jakarta Barat),Perumnas Klender (Jakarta Timur), serta Pasar Grogol dan Pasar Sindang (Jakarta Utara). Untuk itu,sejumlah distributor juga akan digandeng yaitu Unilever, Indofood, ABC, Wings dan P&G. Pihaknya juga akan membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) khusus perdagangan bagi pengembangan depo.

Sayangnya, Djangga juga belum tahu kapan realisasi depo logistik ini. “Depo memang penting untuk memutus mata rantai pasokan ke pedagang yang cukup panjang,”ujarnya. Sebelumnya Djangga pernah menyatakan revitalisasi pasar akan mengakomodasi gaya hidup. Beberapa fasilitas seperti coffee shop,kafe,Wi-Fi,lift, dan eskalator akan diselipkan di pasar tradisional.

Setiap pasar juga akan dipasang air conditioner sehingga citra pasar yang becek, kotor, dan jorok dapat sirna. Sementara itu,Direktur Utama PT MRT Tribudi Rahadrjo ketika dikonfirmasi melalui telepon membenarkan ada integrasi sejumlah pasar tradisional tersebut dengan MRT. Integrasi ini akan dilakukan di jalur MRT tahap I yaitu Lebak Bulus hingga Dukuh Atas.

“Dalam basic design mendatang integrasi ini akan kami kaji lebih mendalam,”lugasnya. Diketahui, MRT atau moda transportasi berbasis rel tahap I Lebak Bulus-Dukuh Atas sepanjang 14,2 km. Jalur ini akan memiliki sembilan stasiun layang (Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja, dan Senayan) serta tiga stasiun bawah tanah (Bendungan Hilir,Setiabudi,dan Dukuh Atas). (neneng zubaidah)        

sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/275440/