JAKARTA — Departemen Perhubungan telah memutuskan konsorsium Nippon Koei Co Ltd sebagai pemenang tender konsultan pembuat desain dasar proyek angkut cepat massal (MRT) Jakarta.

Nippon Koei menyisihkan konsorsium Katahira & Engineers International, satu-satunya pesaing dalam tender tersebut.

“Konsorsium Katahira sudah diberi tahu (keputusan) itu sejak dua minggu lalu,” kata sumber Tempo yang mengetahui proses tender itu kemarin.

Katahira diberi kesempatan mengirimkan sanggahan atas hasil keputusan tersebut dalam waktu lima hari, terhitung sejak pemberitahuan keputusan pemenang tender dikeluarkan oleh Panitia Pelaksana Tender.

Menurut sumber, Katahira sudah mengirimkan sanggahan banding ke Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal pada Kamis pekan lalu.

“Bahkan rencananya kasus ini juga akan dilaporkan ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha besok (hari ini),” ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan, Menteri Perhubungan Jusman dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan tidak bisa dimintai konfirmasi. Pesan pendek yang dikirimkan Tempo tidak dijawab.

Namun, pekan lalu Jusman membenarkan proses tender konsultan pembuat desain dasar MRT memang sudah selesai.

Jusman menjelaskan, hasil keputusan penilaian tender itu sudah diserahkan Panitia Pelaksana Tender kepada Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung.

“Setelah itu diserahkan kepada Sekretaris Jenderal Departemen Perhubungan (Iksan Tatang) untuk dibuatkan surat keputusan,” kata Jusman di kantornya.

Jusman memperkirakan surat keputusan Menteri Perhubungan tentang pemenang tender tersebut akan keluar pada pertengahan Juli nanti. Sebelum surat keputusan itu keluar, Departemen Perhubungan akan memeriksa kembali semua kelengkapan administrasinya terlebih dulu.

“Kalau sudah ada di meja saya, tidak lebih dari dua hari sudah saya teken (surat keputusannya),” ujarnya.

Jusman tidak mau menyebutkan ketika ditanya siapa pemenang tender pembuat desain dasar MRT. Begitu pula ketika disebutkan bahwa Nippon Koei yang menang dalam tender tersebut. Ia hanya mengatakan, “Yang menentukan pemenang pada tender itu adalah panitia. Saya hanya mengesahkan.”

Pekan lalu, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tundjung, yang juga dimintai konfirmasi soal keputusan tender itu, sama sekali tidak menjawab telepon maupun pesan pendek dari Tempo. Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Nugroho Indrio sama saja, tak membalas pesan pendek serupa yang dikirimkan.

Proses tender konsultan desain dasar MRT sempat memanas akibat munculnya surat konsultan ahli Badan Kerja Sama Internasional Pemerintah Jepang (JICA), Yoshinobu Miura, kepada Menteri Perhubungan pada 15 Juli 2008. Surat itu berisi kekhawatiran terhadap keberhasilan Katahira dalam membuat desain dasar MRT.

Akibat surat itu, Katahira mengajukan dua kali somasi dan peringatan terakhir. Karena tidak digubris, akhirnya persoalan tersebut dilaporkan ke polisi.

Ujung-ujungnya penyelesaian proses tender yang sedianya ditargetkan rampung Januari tahun ini tersebut menjadi berlarut-larut. Padahal hasil evaluasi tender yang digelar Departemen Perhubungan pada Oktober 2008 telah menempatkan Katahira di peringkat pertama dengan skor 75,43.

Peringkat kedua ditempati Pacific Consultant International dengan skor 74,55. Adapun Nippon Koei di peringkat ketiga dengan nilai 74,13. Dalam prosesnya, Pacific dikeluarkan dari peserta tender sehingga Katahira dan Nippon langsung berhadap-hadapan.

Yang jelas, gara-gara surat Miura itu, Departemen Perhubungan mengevaluasi kembali tender tersebut, yang langsung ditangani tim baru. Tim ini di bawah kepemimpinan Direktur Jenderal Perkeretaapian yang baru, Tundjung Inderawan. Evaluasi yang baru tersebut akhirnya menempatkan Nippon Koei sebagai pemenang.

Proyek angkut cepat massal ini ditargetkan bisa beroperasi mulai kuartal pertama 2016.

WAHYUDIN FAHMI

Source : Koran Tempo