Soal Tender Desain MRT, Menteri Perhubungan Cuma Tukang Ketuk Palu
filed in Koran Tempo on Jun.29, 2009
Senin, 29 Juni 2009 | 17:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal membenarkan proses tender konsultan pembuat desain dasar transportasi angkut massal (MRT) sudah selesai. Menurut dia, hasil keputusan penilaian tender tersebut sudah diserahkan kepada Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan.
“Setelah itu diserahkan kepada Sekretaris Jenderal Departemen Perhubungan (Iksan Tatang), untuk dibuatkan surat keputusan” kata Menteri Jusman, di Jakarta, Senin (29/6).
Ia memperkirakan Surat Keputusan Menteri Perhubungan tentang pemenang tender tersebut akan keluar pada pertengahan Juli ini. Hanya sebelum surat keputusan itu keluar, Departemen Perhubungan akan memeriksa semua kelengkapan administrasinya terlebih dahulu.
Sayangnya, Jusman menolak menjawab ketika ditanya siapa pemenang tender pembuat desain dasar MRT. Termasuk menolak memberikan konfirmasi apakah memang Nippon Koei yang menjadi pemenang tender. “Yang menentukan pemenang pada tender ini adalah panitia, saya hanya mengesahkan saja,” ujarnya.
Sedangkan, Tundjung yang hendak dimintai konfirmasi justru sama sekali tidak menjawab telepon maupun pesan pendek dari Tempo. Kondisi serupa juga terjadi manakala Tempo berusaha menghubungi Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Nugroho Indrio.
Sumber Tempo yang mengetahui proses tender tersebut menuturkan, Departemen Perhubungan telah memutuskan konsorsium Nippon Koei Co Ltd sebagai pemenang tender konsultan pembuat desain dasar proyek angkut cepat massal (MRT) Jakarta. Nippon Koei menyisihkan konsorsium Katahira & Engineers International sebagai satu-satunya pesaing dalam tender tersebut.
“Pihak Katahira sudah diberi tahu (keputusan) itu, sejak dua minggu lalu,” kata sumber Tempo itu, Senin (29/6).
Atas keluarnya pemberitahuan itu, pihak Katahira diberi kesempatan untuk mengirimkan sanggahan atas hasil keputusan. Batas waktu yang diberikan untuk mengirimkan sanggahan adalah lima hari sejak pemberitahuan keputusan pemenang tender dikeluarkan oleh Panitia Pelaksana Tender.
Sebelumnya, proses tender pembuat desain dasar MRT ini sempat panas akibat munculnya surat konsultan ahli Badan Kerja Sama Internasional Pemerintah Jepang (JICA), Yoshinobu Miura untuk Menteri Perhubungan tertanggal 15 Juli 2008.
Akibat surat yang berisi kekhawatiran terhadap keberhasilan Katahira dalam membuat desain dasar MRT ini, pesaing Nippon tersebut mengajukan dua kali somasi dan peringatan terakhir. Karena tidak digubris, persoalan tersebut dilaporkan ke polisi.
Akibatnya, penyelesaian proses tender yang sedianya ditargetkan rampung Januari 2009 menjadi berlarut-larut. Padahal, hasil evaluasi tender yang digelar Departemen Perhubungan pada Oktober 2008, telah menempatkan Katahira di peringkat pertama dengan skor 75,43.
Peringkat kedua ditempati Pacific Consultant International dengan skor 74,55. Nippon Koei di peringkat ketiga dengan nilai 74,13. Namun, dalam prosesnya Pacific justru dikeluarkan dari peserta tender akibat bermasalah dengan pemerintah Jepang.
Surat Miura berujung dengan dilaksanakannya reevaluasi atas hasil proses penilaian tender sebelumnya. Akhirnya, berdasar berita acara reevaluasi dokumen penawaran teknis pengadaan jasa konsultan tertanggal 13 April 2009, Katahira berubah menjadi urutan kedua dengan skor 74,29 dan skor Nippon menjadi peringkat pertama sebesar 74,69.
WAHYUDIN FAHMI

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.