JAKARTA: PT MRT Jakarta, perusahaan milik DKI yang akan mengelola moda transportasi kereta bawah tanah (subway) pada 2016, menggandeng PT PLN Disjaya dan Tangerang untuk memasok kebutuhan listrik operasinya.

Kerja sama antara PT Mass Rapid Transit Jakarta (MRT Jakarta) dan PT Perusahaaan Listrik Negara Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang (PLN Disjaya) tersebut ditandai dengan nota kesepahaman yang ditandatangani pimpinan kedua perusahaan di Jakarta, kemarin.

Dalam nota kesepahaman tersebut, PT PLN Disjaya (Persero) akan memenuhi listrik untuk operasi subway dengan tahap awal sebesar 50 megavolt amphere (MVA), dengan membangun dua gardu induk di sepanjang jalur MRT, Lebak Bulus-Dukuh Atas. (lihat ilustrasi)

Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo mengatakan untuk tahap awal kesepakatan mereka, besar daya listrik yang dibutuhkan dalam operasi MRT sebesar 50MVA dengan tegangan kerja 20 kaki. Selanjutnya, suplai akan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan kemudian.

“Kami melakukan kerja sama ini mengingat pentingnya kebutuhan listrik untuk operasional MRT kelak. Karena itu, kami melaksanakan secepatnya agar kebutuhannya dipastikan terpenuhi,” ujarnya seusai seremoni penandatanganan nota kesepahaman itu.

Source : bisnis.com