Senin 23 Februari 2009, Jam: 6:42:00

JAKARTA (Pos Kota) “ Keinginan warga Jakarta segera menikmati angkutan massal atau Mass Rapit Transit (MRT) berupa subway harus ditahan. Pasalnya, pembangunan fisik subway baru dimulai tahun 2011 dan selesai tahun 2016. 

Saat ini desain subway tersebut masih digarap Departemen Perhubungan dengan total dana Rp100 miliar. Dana tersebut merupakan bantuan tahap pertama Jepang sebesar Rp163 miliar. Sedangkan Rp63 miliar dipersiapkan direksi PT MRT 

Eddi Santosa, Direktur PT MRT, menjelaskan desain dasar pembangunan MRT diperkirakan selesai April 2010 mendatang. Bersamaan dengan itu, pihaknya juga mempersiapkan pelaksanaan tender hingga penentuan pemenangnya. 

Sehingga ketika desain dasar selesai, pembangunan fisik bisa langsung dimulai. Sebenarnya ketika pemenang itu sudah ada, pekerjaan fisik sudah bisa dilaksanakan. Tapi untuk amannya, pekerjaan kita mulai awal 2011. Jadi antara April 2010 hingga awal 2011, kita bisa gunakan untuk persiapan,❠katanya, Minggu (22/2). 

TAHUN 2016 

Bila tidak terkendala maka pada tahun 2016 MRT yang menghubungkan Lebak Bulus-Kota siap dioperasikan. Pembangunan fisik subway dilakukan dua tahap yakni Lebak Bulus-Dukuh Atas dan Dukuh Atas-Kota. Tetapi pembangunan Dukuh Atas-Kota sedang dilakukan studi kelayakannya. 

Pembangunan subway akan dilakukan berkat pinjaman lunak dari Jepang sebesar 1,1 juta dolar AS. Bantuan tahap pertama sudah dikucurkan sebesar Rp163 miliar. Sebagian merupakan hibah dan sebagian lainnya merupakan pinjaman lunak selama 40 tahun dengan suku bunga pengembalian 0,25 persen.

(john/st/r)

Sumber: PosKota Online