Integrasi bus & kereta dimulai
filed in MRT in the News, PT MRT Jakarta, bisnis.com on Feb.20, 2009
Komisaris & Direksi PT MRT Jakarta terbentuk
JAKARTA: Pemprov DKI mulai menggarap proyek integrasi moda transportasi bus dan kereta pada tahun ini dan ditargetkan rampung 2014.
Gubernur DKI Fauzi Bowo menyatakan proyek integrasi pola transportasi makro Ibu Kota itu akan dimulai dengan peremajaan seluruh terminal bus di DKI, baik yang utama atau berskala A maupun yang pendukung berskala B atau C.
“Kami jadwalkan perbaikan seluruh terminal di Jakarta dimulai tahun ini dan selesai 2013. Sebagian di antara terminal bus itu akan diintegrasikan dengan moda stasiun kereta api dalam kota,” ujarnya di Jakarta, kemarin.
Gubernur menjelaskan proyek perbaikan terminal bus itu sendiri terbagi menjadi tiga kategori, yakni peningkatan kapasitas dengan tingkat rehabilitasi ringan-sedang, perubahan peruntukan dengan tingkat rehabilitasi ringan-sedang, serta rehab total.
“Salah satu terminal bus utama yang akan mengalami perombakan total adalah Terminal Senen di Jakarta Pusat. Kapasitas terminal itu akan kami tingkatkan sekaligus diintegrasikan dengan stasiun kereta api,” katanya di Jakarta, kemarin.
Fauzi menambahkan untuk terminal yang lain, seperti Terminal Pulogadung di Jakarta Timur, bagian antarkota dan antarprovinsinya akan dipindahkan ke Terminal Pulogebang. Dengan begitu, Terminal Pulogadung hanya akan berisi bus dalam kota dan terminal busway.
Untuk Terminal Grogol di Jakarta Barat, sambungnya, juga akan menjadi terminal bus dalam kota seperti Terminal Pulogadung. Sebab, bagian bus antarkota di terminal tersebut juga akan dipindahkan ke Terminal Kalideres.
Sementara itu, untuk Terminal Rawa Buaya, Jakarta Barat, akan diperbarui desainnya disertai dengan peningkatan kapasitas. Dengan begitu fungsinya bisa lebih optimal daripada Terminal Kalideres karena jaraknya yang juga lebih dekat dengan jalan tol bandara dan tol dalam kota.
Gubernur menyebutkan perbaikan terminal-terminal itu juga akan diikuti dengan perbaikan infrastruktur seperti saluran air, jalan maupun jembatan, di sekitar terminal dan juga stasiun kereta. Tujuannya tidak lain untuk mendukung integrasi moda bus dan kereta.
“Selama ini, infrastruktur dan juga sistem jaringan utilitas kota yang terdapat di sekitar terminal bus atau di stasiun kereta itu buruk, karena sering tergenang kalau hujan dan juga kurang perawatan,” katanya.
Direksi PT MRT
Dalam perkembangan lain, PT MRT Jakarta akhirya jadi menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) kemarin, mundur dari jadwal semula akhir Januari. RUPLSB itu menghasilkan jajaran komisari dan direksi baru yang bertugas untuk periode 2009-2013.
RUPSLB itu menetapkan Ahmad Harjadi, mantan Kepala Badan Pengawasan Daerah DKI, sebagai ketua dewan komisaris. Anggotanya Irsan Gunawan, Kepala Perwakilan BPKP DKI, dan Nugroho Indriyo, Sekretaris Dirjen Perkeretapian Departemen Perhubungan.
Untuk jajaran direksi, ditetapkan Tri Budiraharjo, Wakil Direktur Jaya Grup, sebagai direktur utama. Eddi Santosa, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur utama, diposisikan sebagai direktur fungsi korporasi, dan direktur teknis dipercayakan kepada Rahmadi.
Sekda DKI Muhayat mengatakan direksi PT MRT Jakarta 2009-2013 akan membangun sistem tata kelola yang baik dengan manajemen risiko terukur dalam merumuskan detail-detail pekerjaan dalam rangkaian jadwal dan target yang sudah ditetapkan.
Muhayat mencontohkan rencana penandatanganan perjanjian pinjaman tahap kedua dari Japan International Cooperation Agency senilai US$450 juta pada awal Maret 2009. “Tidak ada perubahan dalam rencana tersebut.”
Hal yang sama juga berlaku untuk pembebasan lahan yang terkena lintasan jalur MRT di rute Lebak Bulus-Dukuh Atas. Pembebasan lahan ditarget rampung 2010, lalu dilanjutkan proses konstruksi hingga beroperasi pada 2015. (bastanul.siregar@bisnis.co.id)
sumber: Bisnis Indonesia

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.