JAKARTA: Departemen Perhubungan ternyata belum menjawab klarifikasi mengenai penetapan pemenang tender desain dasar proyek mass rapid transit (MRT) seperti yang diminta Japan International Cooperation Agency (JICA).

Menhub Jusman Syafii Djamal mengatakan klarifikasi itu akan dijawab pekan ini juga agar JICA bisa segera menetapkan pemenang tender desain MRT. “Kami tidak memperlambat proses ini,” ujarnya seusai rapat tertutup yang membahas MRT di Jakarta, kemarin.

Jusman menyatakan hal itu menanggapi pemberitaan sebelumnya mengenai adanya saling lempar tanggung jawab antara JICA dan Dephub terkait dengan molor-nya penetapan final pemenang tender desain MRT. Tender itu sendiri seharusnya sudah beres sejak Desember tahun lalu.

Inti klarifikasi yang diminta JICA berisi daftar pertanyaan mengenai alasan Dephub memberikan nilai 75,43 poin kepada PT Katahira dan 74,13 poin kepada PT Nippon Koei dalam laporan hasil tender proyek senilai US$17 juta tersebut.

Terkait dengan keterlambatan penetapan pemenang tender itu, Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur Bambang Susantono mengatakan pemerintah sedang memikirkan upaya mempercepat penyelesaian pekerjaan desain dasar MRT sebelum Maret 2010.

“Percepatan itu, misalnya, penambahan tenaga ahli dalam proses planning consulting, atau mempersingkat proses pelaksanaan desain dasar MRT dari jadwal semula rampung Maret 2010,” ujarnya.

Menurut dia, rencana percepatan itu akan dibahas dan diputuskan dalam rapat panitia pengarah yang akan digelar akhir Januari atau awal Februari 2009. Rapat tersebut akan dihadiri semua pihak yang terkait pelaksanaan proyek MRT, termasuk JICA.

Bambang menegaskan upaya percepatan itu pula yang diharapkan dapat mengompensasi keterlambatan pekerjaan desain dasar MRT yang seharusnya sudah dimulai pada awal tahun ini. (hendra.wibawa @bisnis.co.id/fita.maulani@bisnis.co.id/mia.chitra @bisnis.co.id)

Oleh Hendra Wibawa, Fita Indah Maulani, & Mia Chitra Dinisari
Sumber: Bisnis Indonesia