Konsultan teknik MRT segera diumumkan
filed in bisnis.com on Oct.21, 2008
JAKARTA: Pemerintah akan mengumumkan perusahaan konsultan teknik internasional proyek mass rapid transit (MRT) jalur Lebak Bulus-Dukuh Atas Jakarta pada akhir bulan ini.Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan keputusan itu akan diambil setelah Departemen Perhubungan menyeleksi tiga perusahaan konsultan teknik internasional proyek MRT senilai sekitar Rp9 triliun.
“Saat ini sedang dalam proses, mudah-mudahan akhir bulan ini diumumkan,” katanya seusai rapat konsultasi dengan Menhub Jusman Syafii Djamal di Jakarta, kemarin.
Departemen Perhubungan telah menyelesaikan seleksi terhadap tiga perusahaan konsultan teknik internasional gabungan dari Jepang dan Indonesia.
Ketiga perusahaan itu adalah konsorsium Nippon Koei, Pacific Consultants International (PCI), dan Katahira & Engineers International.
Fauzi menjelaskan pemenang lelang konsultan teknik internasional proyek MRT kemungkinan dipilih dari penawar terendah kedua setelah penawar terendah pertama dinilai bermasalah.
| Tiga konsorsium konsultan teknik MRT yang lolos seleksi | |
| Katahira & Engineers International Anggota: Hasfarm Dian Konsultan, C.Wayner, Delta Tana Waja, dan IKU Consultant |
|
| Nippon Koei Anggota: Japan Transportation Consultants Inc, JEC Consultant Corp, Jaya Car, Dardela Yasa Guna, IDK Consultant Ltd, Wiratman, Barbara Raye Consulting, dan LAPI ITB |
|
| Pacific Consultants International Anggota: Japan Railway Technical Service (JARTS), Metro Consultant, Padeco Consultant Co., IEC, Indonesian Railway Consultant (IREC) Rekayasa, PT Kutami, dan PT Pamintori Cipta. |
|
Sumber : Ditjen Perkeretaapian, Dephub, 2008, diolah
“Jadi, jangan heran bila Menhub Jusman Syafii Djamal mengumumkan perusahaan konsultan teknik itu.”
Awalnya, perusahaan konsultan teknik penawar terendah telah ditetapkan menjadi pemenang oleh Departemen Perhubungan, tetapi perusahaan itu ternyata mengalami masalah internal sehingga dibatalkan.
Menurut Fauzi, keputusan itu dilakukan agar proyek MRT tak terhambat akibat lambatnya penentuan perusahaan konsultan teknik internasional. “Saya tak mau menyebutkan nama perusahaan internasional itu karena tak etis,” paparnya.
Pihak Japan Bank for International Cooperation (JBIC) juga sepakat dengan keputusan pemerintah itu guna melanjutkan proses pembangunan proyek MRT di Jakarta.
“Setelah kami konsultasikan dengan JBIC, pemberi utang proyek MRT tersebut sependapat untuk ditetapkan yang terendah kedua.”
Dalam konsultasi dengan Menhub, Fauzi mengungkapkan pihaknya telah menyepakai percepatan pekerjaan desain selama 12 bulan dari sebelumnya 14 bulan setelah penentuan pemenang konsultan teknik.
Pekerjaan konstruksi juga disepakati akan dimulai sekitar akhir 2009 atau awal 2010.
Fauzi menyatakan Pemprov DKI Jakarta akan terlibat langsung dalam pengalihan traffic saat konstruksi dan pembebasan lahan.
Tidak dibatalkan
Pemerintah telah memutuskan proyek MRT tak akan dibatalkan meski krisis keuangan global melanda semua negara termasuk Jepang selaku pemberi utang proyek itu mengingat proyek itu didanai melalui program special term for economic partnership.
Departemen Perhubungan telah mengumumkan tiga perusahaan konsultan teknik internasional lolos prakualifikasi (PQ) untuk proyek MRT jalur Lebak Bulus-Dukuh Atas, Jakarta sejak tahun lalu.
Ketiga perusahaan itu juga menggandeng perusahaan lokal agar lolos menjadi konsultan layanan teknik MRT sesuai dengan perjanjian pinjaman Indonesia-Jepang.
Ketiga perusahaan Jepang itu merupakan gabungan beberapa perusahaan dari Jepang dan Indonesia yang berminat menjadi konsultan pelayanan teknik MRT Jakarta.
Sesuai dengan perjanjian, lingkup pekerjaan konsultan teknik MRT itu terbagi menjadi tiga bagian, yakni membuat desain teknik, manajemen, dan melaksanakan tender asistensi MRT.
Jika ketiga perusahaan konsultan Jepang itu dinyatakan lolos, pemerintah akan meminta persetujuan (no objection letter/NOL) ke Japan Bank for International Cooperation (JBIC).
Sesuai data Dephub, hanya dua konsorsium yang pernah menangani langsung proyek yang sama di negara lain. Kedua konsorsium itu adalah Katahira & Engineers International yang pernah menangani proyek MRT di Manila, Filipina, dan Pacific Consultants International (PCI) yang menggarap MRT di Bangkok, Thailand.(hendra.wibawa@bisnis.co.id)
Oleh Hendra Wibawa
Source: Bisnis Indonesia
| Jasa & Transportasi |
| Selasa, 21/10/2008 |

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.