Jakarta Gandeng Moskow Tangani Proyek MRT
filed in Koran Tempo on Oct.13, 2008
Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Kota Moskow, Rusia, dalam pembangunan dan penanganan mass rapid transportation (MRT). Kerja sama meliputi asistensi teknis hingga pendanaannya.
“Moskow memiliki jaringan subway terbaik di dunia,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Purba Hutapea kepada Tempo di Jakarta kemarin.
Naskah kerja sama ditandatangani pada 5 Oktober lalu dalam kunjungan Gubernur Fauzi Bowo ke Moskow pada 2-12 Oktober. Sebelumnya, pada 22 Juli 2007, Wali Kota Moskow Yuri Luzhkov berkunjung ke Jakarta untuk membicarakan program “Sister City”.
Purba menuturkan, Moskow akan membantu pengadaan pakar transportasi plus pendanaan. Kini baru Jepang yang siap mengucurkan dana untuk proyek MRT. Tapi ada kemungkinan pengusaha Rusia tertarik berinvestasi.
Selama melakukan kunjungan ke Moskow, Gubernur Fauzi Bowo juga meneken kesepakatan kerja sama empat bidang lainnya selain transportasi, yakni pariwisata, penanganan krisis dan bencana, olahraga, serta permukiman. Tapi, menurut Purba, Gubernur lebih banyak membicarakan pembangunan dan penanganan MRT dengan Wali Kota Yuri Luzhkov.
Pelaksanaan proyek MRT dipastikan molor karena dana belum mengucur. Menurut Gubernur Fauzi Bowo, itu terjadi karena perjanjian pendanaan untuk proyek tahap kedua atau fase konstruksi belum ditandatangani. Ia berharap proyek tahap kedua dimulai pada 2009 akhir atau 2010. Sebelumnya, direncanakan pembangunan konstruksi dimulai pada akhir 2008 (Koran Tempo, 23 September).
Jalur MRT akan membentang dari Lebak Bulus hingga Dukuh Atas sepanjang 14,3 kilometer. MRT ditargetkan bisa dinikmati warga Jakarta pada 2010. Japan Bank for International Cooperation mengucurkan pinjaman total US$ 800 juta berupa <>tight loan dengan bunga 0,4 persen per tahun dengan masa pengembalian 30 tahun.
Komponen pembiayaan proyek terdiri atas pinjaman Jepang 30 persen, Indonesia 30 persen, serta 40 persen swasta. Tahap konstruksi menelan biaya US$ 480 juta. Sedangkan tahap pertama (studi engineering design) biayanya sekitar US$ 17,5 juta.
Gubernur juga mengajak beberapa pengusaha ke Moskow untuk menjajaki kerja sama dengan pengusaha Rusia, terutama bidang pariwisata. Jobpie S | FERY FIRMANSYAH
Source: Koran Tempo

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.