JAKARTA – Proyek pembangunan mass rapid transportation (MRT) dipastikan molor sekitar dua tahun karena kontrak perjanjian pendanaan tahap II dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) belum diteken.

Semula pembangunan konstruksi direncanakan dimulai akhir tahun ini agar warga Ibu Kota bisa menikmati MRT pada 2010. “Kami harapkan proyek tahap kedua dimulai 2009 akhir atau 2010,” kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo setelah menerima perwakilan JBIC di Balai Kota Jakarta kemarin. “Dana belum ada karena perjanjian belum ditandatangani.”

Jalur MRT akan membentang dari Lebak Bulus hingga Dukuh Atas sepanjang 14,3 kilometer. Pembangunan MRT di Jakarta ini salah satu upaya mengatasi kemacetan lalu lintas.

Tahap pertama proyek berupa studi engineering design dengan biaya sekitar US$ 17,5 juta. Adapun tahap kedua nanti adalah proyek konstruksi senilai US$ 480 juta. JBIC akan mengucurkan pinjaman US$ 800 juta atau 30 persen dari keseluruhan biaya. Sebanyak 30 persen biaya sisanya dari pemerintah dan 40 persennya dilelang secara terbuka. Pinjaman dari JBIC itu berbentuk tight loandengan bunga 0,4 persen per tahun untuk pengembalian selama 30 tahun.

Namun, hingga kini direksi definitif PT MRT, pengelola MRT, belum terpilih. Fauzi pernah berjanji pemerintah daerah segera memilih direksi definitif paling lambat Oktober nanti. “Dipilih olehrecruitment agency dengan beauty contest,” ucapnya setelah rapat umum pemegang saham PT MRT di Balai Kota Jakarta, 29 Juli silam. AMIRULLAH

Source: Koran Tempo