Jakarta, Pelita
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan pembentukan recruitmen agency yang akan menyeleksi calon Direktur Utama (Dirut) PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta ditargetkan pertengahan Agustus mendatang. Proses recruitmen agency itu dilaksanakan melalui lelang yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Kita memutuskan membentuk recruitment agency pembentukan direksi PT MRT Jakarta melalui kontes, ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo usai RUPS PT Jakarta MRT di Balaikota, kemarin.
Fauzi Bowo menuturkan, Pemprov DKI Jakarta telah menentukan kriterianya. Namun belum dapat dipublikasikan, karena masih perlu disempurnakan. Saya sudah menentukan kriteria dari board of director yang akan kita pilih tapi kita belum umumkan sekarang karena masih disempurnakan, tambahnya.
Menurut dia, Dirut PT MRT Jakarta yang terpilih melalui recruitmen agency harus bisa berkomunikasi dengan gubernur dan juga kepada Menteri Perhubungan RI. Artinya dia harus bisa bersinergi dengan harapan Pemprov DKI Jakarta dan juga pemerintah pusat.
Harus punya kemampuan itu. Dirut harus mampu berkomunikasi dengan nada yang sama kepada pemerintah Jepang serta punya kemampuan berkoordinasi dengan kontraktor MRT karena kontraktornya adalah kontraktor internasional. Kontraktor utamanya bisa saja perusahaan asing meski nantinya sub kontraktornya berasal dari Indonesia, katanya.
Fauzi mengungkapkan, pemegang tender pembangunan MRT tersebut belum bisa dipastikan sebab belum dilakukan tender. Jadi kita tidak tahu siapa nanti yang akan memenangkan tender proyek MRT ini. Untuk itu belum tentu pemenangnya perusahaan Jepang, Jerman, Korea, atau Cina yang menang, ungkapnya.
Dikatakannya Pemprov DKI Jakarta juga akan menyiapkan tim asistensi yang bertindak sebagai jembatan komunikasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan PT MRT Jakarta tersebut. Nantinya kalau direksinya berasal dari kalangan profesional maka tim asistensi itu yang menjadi jembatan antara Pemprov DKI dan PT MRT Jakarta tegasnya.
Dan jika semua tahapan tersebut dilewati, lanjut Fauzi, maka pada Oktober 2008 mendatang, PT MRT Jakarta sudah memiliki direksi definitif. Itu terlaksana jika tidak terjadi keterlambatan. Kita berharap paling lambat akhir tahun ini sudah terbentuk direksi definitifnya. Kita juga secara resmi akan mengundang Delhi Metro untuk menjadi bagian tim asistensi ini, imbuhnya.
Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, pada 17 Juni lalu telah menetapkan Eddi Santosa menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama dan Nurfakih Wirawan sebagai Komisaris Utama PT MRT Jakarta.
PT MRT Jakarta adalah BUMD yang akan melaksanakan pembangunan MRT atau subway. Plt Dirut dan Komisaris PT MRT Jakarta tersebut akan menjabat selama empat bulan sampai terbentuk direksi tetap (definif).(naz)

Sumber: Harian Umum Pelita