Gubernur Tunjuk Plt Dirut dan Komisaris PT MRT
filed in MRT in the News, PT MRT Jakarta, Pelita on Jun.17, 2008
Jakarta, Pelita
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan pembangunan Mass Rapid Tranportation (MRT) setelah Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menetapkan Eddi Santosa menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) dan Nurfakih Wirawan sebagai Komisaris Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.
Gubernur menegaskan penandatanganan penunjukan Plt Dirut dan Komisaris Utama PT MRT Jakarta merupakan momen bersejarah bagi kota Jakarta khususnya untuk kelengkapan sarana transportasi.
MRT ini akan menentukan pola transportasi umum selama 50 tahun ke depan. Karena di kota-kota besar lain di dunia transportasi umum ini dasarnya diletakkan bukan untuk jangka menengah tapi jangka panjang, ujarnya kepada wartawan di Balaikota, kemarin.
Menurut dia, MRT telah menjadi moda transportasi utama warga di Tokyo, London, Paris, Moskow, New York dan juga kota-kota di Asia seperti Seoul, Hongkong, Shanghai, Beijing dan Singapura. Dia optimistis bahwa MRT juga akan menjadi tumpuan transportasi di Ibukota apalagi gagasan pembangunan MRT di Jakarta sudah dirancang sejak 15 tahun yang lalu.
Kita sudah mulai gagasan ini mengeksplor kemungkinan untuk membangun MRT ini secepatnya. Saya yakin dengan adanya MRT, pola transportasi di Jakarta akan semakin terintegrasi, tambahnya.
Sementara itu mengenai keterlibatan PD Pasar Jaya dalam pembentukan PT MRT Jakarta, gubernur menjelaskan PD Pasar Jaya dinilai memiliki cash flow yang baik.
Selain itu, kata dia, di setiap halte MRT nantinya tersambung dengan beberapa pasar tradisional seperti di halte Blok M, Blok A, Pasar Mede Fatmawati, Pasar Benhil, dan Pasar Blora. Saya harap nantinya PD Pasar Jaya bisa lebih modern dan berkualitas, tandasnya.
Sedangkan Dirut PT MRT Jakarta, Eddi Santosa mengatakan, selama empat bulan ini, dia akan menyiapkan organisasi, sistem rekrutmen, dan merapikan semua persiapan loan agreement tahap kedua yang menyangkut persiapan konstruksi tahun depan, serta loan agreement menyangkut fisik desain dan konsultan-konsultan pembangunan MRT dan menyiapkan SDM yang handal guna merealisaikan pembangunan MRT.
Penandatanganan penetapan Plt Dirut dan Komisaris PT MRT Jakarta dilakukan di Ruang Rapim Balaikota dan disaksikan notaris Sutjipto, perwakilan JBIC, M Otawa dan perwakilan JICA Expert, S Utsubo, Dirut PD Pasar Jaya Uthand H Sitorus.
PT MRT Jakarta ini, kata Sutjipto, nantinya bergerak dalam bidang pengangkutan darat, dimana kegiatan usahanya terdiri dari pertama, penyelenggaraan prasarana perkerataapian umum perkotaan yang meliputi pembangunan prasarana, pengoperasian prasarana, perawatan prasarana dan pengusahaan prasarana MRT.
Kedua, penyelenggaraan sarana perkerataapian umum perkotaan yang meliputi pembangunan sarana, pengoperasian sarana, perawatan sarana, dan pengusahaan sarana MRT. Ketiga, pengembangan dan pengelolaan properti atau bisnis di stasiun, depo, dan kawasan sekitarnya.
Sedangkan mengenai modal dasar pembangunan MRT, lanjut Sutjipto, yakni sebesar Rp200 miliar, dibagi dalam 200.000 saham senilai Rp1 juta. Modal yang disetor atau ditetapkan adalah 25 persen atau sejumlah 50.000 saham atau Rp50 miliar, katanya.
Sutjipto menuturkan, direksi akan diangkat selama empat tahun yang ditetapkan oleh rapat umum pemegang saham (RUPS) dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan mereka sewaktu-waktu, serta melakukan kontrak manajemen di hadapan RUPS.
Mengenai penempatan modal pertama kalinya saham yang diambil yaitu sebanyak 50.000 saham atau Rp50 miliar. Dengan rincian milik Pemprov DKI sebanyak 49.500 saham atau Rp49,5 miliar. Sedangkan PD Pasar Jaya sebesar 500 saham atau Rp500 juta, imbuhnya.
Sedangkan Dirut PT MRT Jakarta, Eddi Santosa mengatakan, selama empat bulan ini, dia akan menyiapkan organisasi, sistem rekrutmen, dan merapikan semua persiapan loan agreement tahap kedua yang menyangkut persiapan konstruksi tahun depan, serta loan agreement menyangkut fisik desain dan konsultan-konsultan pembangunan MRT dan menyiapkan SDM yang handal guna merealisaikan pembangunan MRT.
Jika seluruh tahapan pembangunan MRT itu berjalan sesuai rencana, Gubernur Fauzi Bowo memastikan MRT sudah mulai beroperasi di Jakarta pada tahun 2014 mendatang. Tahun ini, jalur MRT di sekitar Lebakbulus akan dibebaskan karena akan dijadikan stasiun akhir dan depo MRT. Desainnya sedang dalam proses akhir, tambahnya.
Gubernur meyakini pembebasan lahan MRT ini tidak akan mengalami kendala karena sebagian besar lahan yang dibebaskan itu bukan berupa bangunan tapi hanya tanah kosong dan Pemprov DKI sudah menginventarisir siapa pemilik sahnya.(ely)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.