Eddi Santosa Jadi Plt Dirut PT MRT Jakarta
filed in MRT in the News, PT MRT Jakarta, beritajakarta.com on Jun.17, 2008
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, akhirnya menetapkan Eddi Santosa menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) dan Nurfakih Wirawan sebagai Komisaris Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sebagai BUMD yang akan melaksanakan pembangunan MRT atau subway. Plt Dirut dan Komisaris PT MRT Jakarta tersebut akan menjabat selama empat bulan sampai terbentuk direksi tetap (definif).
Penandatanganan penetapan Plt Dirut dan Komisaris PT MRT Jakarta dilakukan Gubernur Fauzi Bowo, Selasa (17/6), di Ruang Rapim Balaikota dan disaksikan notaris Sutjipto, perwakilan JBIC, M Otawa dan perwakilan JICA Expert, S Utsubo, Dirut PD Pasar Jaya Uthand H Sitorus.
Sutjipto memaparkan, Pemprov DKI Jakarta telah menyepakati akte pendirian PT MRT Jakarta dimana pendirinya yaitu Fauzi Bowo yang juga Gubernur DKI Jakarta dan Uthand Halomoan Sitorus, Dirut PD Pasar Jaya.
PT MRT Jakarta ini, kata Sutjipto, nantinya bergerak dalam bidang pengangkutan darat, dimana kegiatan usahanya terdiri dari pertama, penyelenggaraan prasarana perkerataapian umum perkotaan yang meliputi pembangunan prasarana, pengoperasian prasarana, perawatan prasarana dan pengusahaan prasarana MRT.
Kedua, penyelenggaraan sarana perkerataapian umum perkotaan yang meliputi pembangunan sarana, pengoperasian sarana, perawatan sarana, dan pengusahaan sarana MRT. Ketiga, pengembangan dan pengelolaan properti atau bisnis di stasiun, depo, dan kawasan sekitarnya.
Sedangkan mengenai modal dasar pembangunan MRT, lanjut Sutjipto, yakni sebesar Rp 200 miliar, dibagi dalam 200.000 saham senilai Rp 1 juta. “Modal yang disetor atau ditetapkan adalah 25 persen atau sejumlah 50.000 saham atau Rp 50 miliar,” katanya.
Sutjipto menuturkan, direksi akan diangkat selama empat tahun yang ditetapkan oleh rapat umum pemegang saham (RUPS) dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan mereka sewaktu-waktu, serta melakukan kontrak manajemen di hadapan RUPS.
“Direksi yang sementara ini diangkat selama empat bulan sampai terbentuk direksi yang tetap. Untuk komisaris tetap diangkat selama tiga tahun,” ucapnya.
Mengenai penempatan modal pertama kalinya saham yang diambil yaitu sebanyak 50.000 saham atau Rp 50 miliar. Dengan rincian milik Pemprov DKI sebanyak 49.500 saham atau Rp 49,5 miliar. Sedangkan PD Pasar Jaya sebesar 500 saham atau Rp 500 juta,” imbuhnya.
Fauzi Bowo menegaskan penandatanganan penunjukan Plt Dirut dan Komisaris Utama PT MRT Jakarta merupakan momen bersejarah bagi kota Jakarta khususnya untuk kelengkapan sarana transportasi. “MRT ini akan menentukan pola transportasi umum selama 50 tahun ke depan. Karena di kota-kota besar lain di dunia transportasi umum ini dasarnya diletakkan bukan untuk jangka menengah tapi jangka panjang,” kata Fauzi.
Mantan Wagub DKI ini mengungkapkan, MRT telah menjadi moda transportasi utama warga di Tokyo, London, Paris, Moskow, New York dan juga kota-kota di Asia seperti Seoul, Hongkong, Shanghai, Beijing dan Singapura,” jelasnya. Oleh karena itu, Fauzi optimistis bahwa MRT juga akan menjadi tumpuan transportasi di Ibukota.
Lebih lanjut Fauzi mengatakan, gagasan pembangunan MRT di Jakarta sudah dirancang sejak 15 tahun yg lalu. “Kita sudah mulai gagasan ini mengeksplor kemungkinan untuk membangun MRT ini secepatnya. “Saya yakin dengan adanya MRT, pola transportasi di Jakarta akan semakin terintegrasi,” imbuhnya lagi.
Sementara itu mengenai keterlibtan PD Pasar Jaya dalam pembentukan PT MRT Jakarta, menurut Fauzi, karena PD Pasar Jaya dinilai memiliki cash flow yang baik. Selain itu, kata dia, di setiap halte MRT nantinya tersambung dengan beberapa pasar tradisional seperti di halte Blok M, Blok A, Pasar Mede Fatmawati, Pasar Benhil, dan Pasar Blora. “Saya harap nantinya PD Pasar Jaya bisa lebih modern dan berkualitas,” paparnya.
Sedangkan Dirut PT MRT Jakarta, Eddi Santosa mengatakan, selama empat bulan ini, dia akan menyiapkan organisasi, sistem rekrutmen, dan merapikan semua persiapan loan agreement tahap kedua yang menyangkut persiapan konstruksi tahun depan, serta loan agreement menyangkut fisik desain dan konsultan-konsultan pembangunan MRT dan menyiapkan SDM yang handal guna merealisaikan pembangunan MRT.
MRT Beroperasi 2014
Dan jika seluruh tahapan pembangunan MRT itu berjalan sesuai rencana, Gubernur Fauzi Bowo memastikan MRT sudah mulai beroperasi di Jakarta pada tahun 2014 mendatang. “Tahun ini, jalur MRT di sekitar Lebakbulus akan dibebaskan karena akan dijadikan stasiun akhir dan depo MRT. Desainnya sedang dalam proses akhir,” ungkapnya.
Gubernur meyakini pembebasan lahan MRT ini tidak akan mengalami kendala karena sebagian besar lahan yang dibebaskan itu bukan berupa bangunan tapi hanya tanah kosong dan Pemprov DKI sudah menginventarisir siapa pemilik sahnya.
“Kita targetkan pembebasan lahan selesai tahun 2009 dan konstruksi 2010. Ini bukan berarti mundur tapi schedule-nya memang demikian sehingga pembangunan fisik selesai 2012, dan 2014 MRT sudah bisa dioperasikan,” pungkasnya.
Penulis: wawan
Sumber: beritajakarta.com

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.