Berita & Update

Archive

  • Komisi V DPR RI Apresiasi Kinerja PT MRT Jakarta

    07 Apr , 2017

    Wakil Ketua Komisi V DPR RI Michael Wattimena mengapresiasi kinerja PT MRT Jakarta selepas kunjungan kerjanya ke Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Kamis (6/4) kemarin. “Kami menilai perkembangan (proyek MRT Jakarta) sudah luar biasa. Pak Dirut tadi menyampaikan sudah mencapai hampir 70%,” ujarnya di sela-sela wawancara dengan awak media. “Komisi V sangat mendukung program MRT Jakarta ini karena (diharapkan) dapat mengurai kemacetan di DKI Jakarta,” tuturnya. “Harapan kami juga, (proyek) ini dapat selesai sesuai target (Maret 2019).”

    Komisi V DPR RI memiliki ruang lingkup bidang infrastruktur dan perhubungan dengan pasangan kerja antara lain Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Perhubungan. “Secara spesifik, kami ingin melihat sudah sejauh mana perkembangan proyek yang dibiayai oleh negara,” ungkapnya.

    Sebelum mengunjungi area terowongan bawah tanah, rombongan Komisi V menyempatkan diri untuk mendengarkan paparan perkembangan proyek secara langsung oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar. “Progres fisik sudah mencapai 68,98%. Kami masih optimis untuk dapat mencapai target 93% akhir tahun ini (2017),” ujarnya. William juga menyampaikan tiga tugas pokok PT MRT Jakarta berdasarkan Perda No. 3 Tahun 2008, di antaranya pembangunan prasarana, pengoperasian dan pemeliharaan, serta pengembangan bisnis.

    Selama berada di terowongan, Michael Wattimena dan anggota Komisi V lainnya terlihat antusias memperhatikan konstruksi bangunan, terutama terowongan yang berada di kedalaman sekitar 20 meter tersebut. “Ini (kereta MRT Jakarta) bisa menjadi salah satu solusi bagi masyarakat untuk beralih ke transportasi publik,” imbuhnya.

    Data dari Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2004 silam menunjukkan bahwa pertumbuhan kendaraan di Jakarta per tahun mencapai 12%, sedangkan pertumbuhan jalan hanya 0,01%. Setidaknya 1.000 kendaraan bermotor baru setiap harinya ada di Jakarta. Bila tidak dilakukan perbaikan pada sistem transportasi, makan diperkirakan lalu lintas di Jakarta akan mengalami macet total pada tahun 2020.

    Michael Wattimena optimis bahwa masyarakat Jakarta akan beralih ke transportasi publik ini. “Dari paparan Dirut tadi, saya melihat bahwa MRT ini akan menjadi transportasi publik yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan,” ujarnya. “Bahkan, (MRT Jakarta) juga akan terintegrasi dengan moda raya terpadu lainnya seperti bus, kereta bandara, LRT, dan commuterline,” pungkas ia.

    MRT Jakarta direncanakan akan mulai beroperasi secara komersial melayani masyarakat pada 1 Maret 2019, fase 1 dengan rute Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia sejauh 16 kilometer memakan waktu tempuh hanya 30 menit. [NAS/CP]