Berita & Update

Archive

  • PT MRT Jakarta Luncurkan Program Penghargaan K3

    05 Apr , 2017

    We, herewith, in the MRT Jakarta Phase I Project (Lebak Bulus – Bundaran HI), are commited to:

    1. Ensure the implementation of effective HSE Management System in the project in accordance with the laws and regulations and the applicable HSE procedures

    2. Protect the workers and public’s safety and health

    3. Prevent any environmental pollution

    4. Continuously improve the HSE performancein the project towards zero accidents"

     

    Empat butir tersebut adalah bagian dari isi piagam komitmen yang ditandatangani oleh PT MRT Jakarta, para konsultan manajemen konstruksi, dan para kontraktor proyek terhadap program HSE Award yang baru saja diluncurkan Selasa (04/04) kemarin di Hotel Pullman, Jakarta. Program penghargaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ini ditujukan kepada para kontraktor yang berhasil menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, efisien, dan produktif.

    Dalam paparannya, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim, menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan terkait program HSE Award ini. “Penandatanganan komitmen ini adalah langkah awal, selanjutnya ada program satu tahun seperti kampanye HSE untuk membentuk behaviour best safety, internal audit yang dilakukan setiap enam bulan sekali, dan safety sharing session dua kali setahun antara PT MRT Jakarta, konsultan manajemen konstruksi, dan kontraktor,” jelasnya. “Rencananya HSE Award ini akan rutin diadakan setiap ada pembaruan perjanjian atau target yang ingin kita capai,” tambahnya. Silvia menyampaikan, penghargan ini diharapkan dapat diberikan pada Januari 2018.

    Silvia menekankan bahwa HSE Award ini seperti wake up call kepada semua pihak bahwa bekerja tidak hanya mengejar target perkembangan proyek namun juga meningkatkan aspek kesehatan dan keamanan yang baik. “Justru semakin kita mengejar target, aspek safety semakin penting. Jangan sampai dilupakan!” tegasnya. “Kita harus membentuk budaya safety di setiap pekerjaan,” ujarnya.

    Peluncuran yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta, Priyono, ini diharapkan akan dapat meningkatkan budaya K3 dalam pengerjaan proyek kereta moda raya terpadu, tidak hanya dalam proses penyiapan konstruksi namun juga ketika kereta sudah mulai beroperasi secara komersial.

    Penilaian penghargaan akan dibagi menjadi empat kategori, yaitu Kinerja Keselamatan Terbaik (Best Safety Performance), Sistem Pengelolaan K3 dengan Kemajuan Terbaik (Best Improvement HSE Management System), Staff K3 Terbaik (Best HSE Officer), dan Kontraktor Terbaik (Best Subcontractor). Tim penilai terdiri dari perwakilan PT MRT Jakarta, JMCMC sebagai konsultan manajemen konstruksi, dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta. “Skoringnya antara lain dengan  melihat hasil audit internal dan kunjungan lapangan,” pungkas Silvia. [NAS/CP]