Berita & Update

Archive

  • Plt Gubernur DKI dan Ketua DPRD DKI Lakukan Kunjungan Kerja di Stasiun Setiabudi

    15 Mar , 2017

    Plt Gubernur DKI Sumarsono bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Setiabudi pada Selasa (14/3) kemarin. Agenda hari itu adalah melihat perkembangan proyek MRT Jakarta Fase 1. Dalam rombongan tampak Sekertaris Provinsi DKI Jakarta Saefullah, Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi, dan Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede. Sumarsono mengajak pula Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi dan Wakil DPRD DKI Triwisaksana.  

    Rombongan yang tiba sekitar pukul 10 pagi tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama PT MRT William Sabandar yang didampingi oleh Direktur Operasi dan Pemeliharaan Agung Wicaksono, Direktur Konstruksi Silvia Halim, dan Direktur Keuangan dan Administrasi Tuhiyat. Dalam kesempatan tersebut William memberi paparan singkat terkait Stasiun Setiabudi. “Di sini (Stasiun Setiabudi) adalah titik temu antara Tunnel Boring Machine (TBM) yang dari utara dan selatan,” jelasnya. William mengacu pada empat buah mesin bor yang bekerja selama kurang lebih 16 bulan untuk membuat terowongan sepanjang enam kilometer yang membentang dari Kawasan Bundaran Senayan hingga Bundaran Hotel Indonesia. “Pengeboran selesai 23 Februari lalu,” tambahnya.

    Tidak lama kemudian, rombongan turun menuju area bawah tanah di kedalaman kurang lebih 25 meter dan meninjau area concourse yang diproyeksikan akan menjadi area fasilitas publik seperti toilet, nursering room, atm, dan convenience store. Sembari berjalan menyusuri area peron penumpang, William memaparkan perkembangan pengerjaan MRT dan dengan sigap menjawab pertanyaan dari rombongan DPRD DKI. Tur berlanjut ke terowongan untuk menyaksikan proses dismantling salah satu TBM.

    Sumarsono menyampaikan bahwa tujuan kunjungan kerja hari itu adalah untuk melihat langsung proyek pembangunan raksasa ini. “Kunjungan ini dilakukan untuk sama-sama mengetahui dengan baik kondisi real proses konstruksi proyek MRT Jakarta," ungkapnya di sela-sela wawancara dengan awak media. “Saya kira progres MRT menggembirakan, baik di bawah maupun di atas. Sudah melebihi target hampir tidak ada masalah yang kita hadapi untuk fase 1,” imbuhnya.

    Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengapresiasi proyek MRT ini. Ia mengakui kehadiran MRT diperlukan mengingat kondisi lalu lintas di Jakarta yang semakin padat dan menimbulkan kemacetan. "Akan kita dalami rapat dengan MRT, Kereta Api, Gubernur, SKPD, semua, bagaimana sebaiknya. Karena MRT diperlukan juga, khususnya bagi masyarakat Jakarta. Dalam situasi dan kondisi sekarang ini harus dipikirkan bagaimana cara mengurai kemacetan di Jakarta," pungkas Prasetyo.

    Stasiun Setiabudi terletak di koridor MRT Jakarta Fase 1, yang akan melayani rute Lebak Bulus – Bundaran Hotel Indonesia. Rute ini membentang sepanjang 16 kilometer, dengan tujuh stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah. PT MRT Jakarta menyiapkan sekurangnya-kurangnya 16 set kereta, yang setiap set terdiri dari enam kereta (cars) yang diharapkan mampu mengangkut hingga 173 ribu penumpang setiap harinya. Selain itu, PT MRT Jakarta telah menyiapkan sistem yang memungkinkan jarak antarkereta kurang dari lima menit sehingga penumpang tidak perlu menunggu lama di stasiun. MRT Jakarta rencananya akan mulai beroperasi pada Maret 2019.  [NAS/CP]