Berita & Update

Archive

  • PT MRT Jakarta Inisiasi Pengembangan Kawasan Transit Dukuh Atas

    13 Mar , 2017

    Pada Ahad (12/3) lalu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Rini Soemarno melakukan kunjungan kerja ke sejumlah stasiun kereta api JABODETABEK, yakni Stasiun Dukuh Atas, Duri, dan Stasiun Batu Ceper. Kunjungan dilakukan untuk melihat perkembangan pembangunan Stasiun Kereta Bandara Soekarno – Hatta dan rencana menjadikan Dukuh Atas sebagai kawasan integrasi lima moda transportasi publik: MRT, LRT, Commuterline Jabodetabek, Transjakarta, dan Kereta Bandara Soekarno – Hatta. Plt. Gubernur DKI Jakarta Soemarsono dan Direktur PT Railink Heru Kuswanto selaku pelaksana Kereta Bandara Soekarno-Hatta, tampak pula dalam rombongan.

    Dalam kaitan rencana pengintegrasian lima moda transportasi itu, William Sabandar selaku Direktur Utama PT MRT Jakarta memberikan paparan singkat mengenai rencana pengembangan kawasan transit Dukuh Atas. Paparan dilakukan dalam suasana akrab di kereta inspeksi DJKA Kementerian Perhubungan yang tengah melaju menyusuri jalur Dukuh Atas, Duri, hingga Batu Ceper. William menunjukkan rencana masterplan pembuatan kawasan transit terpadu Dukuh Atas yang akan dikembangkan oleh pihaknya pada 2017 serta pembangunan artificial deck dan interkoneksi kawasan tersebut pada 2018.

    Sesuai Perda No.3 Tahun 2008, PT MRT Jakarta mendapat mandat sebagai penyelenggara prasarana, pengoperasian dan pemeliharaan, serta pembangan properti/bisnis di stasiun dan sekitarnya. Tidak hanya kawasan Dukuh Atas, namun PT MRT Jakarta juga akan mengembangkan kawasan transit (Transit Oriented Development/TOD) di 12 stasiun lainnya di koridor MRT Jakarta Fase 1 yang membentang dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. Jangkauan area TOD diproyeksikan hingga 300-500 meter di sekeliling stasiun.

    Sebagai area pertemuan antarmoda transportasi tersebut, sistem yang jelas terkait pengaturan arus penumpang menjadi hal yang penting. “Kuncinya ada di sana,” ungkap William. “Bayangkan ratusan ribu penumpang bertemu di situ (Dukuh Atas),” tambahnya. PT MRT Jakarta kemudian menginisiasi circular pedestrian bridge sebagai salah satu fasilitas pejalan kaki yang dapat menghubungkan keseluruhan kawasan Dukuh Atas, yang mencakup Stasiun Kereta Bandara Soekarno - Hatta, MRT, Commuterline, Transjakarta, dan LRT.

    Stasiun Dukuh Atas adalah salah satu dari enam stasiun bawah tanah di koridor MRT Jakarta Fase 1. Stasiun lainnya adalah Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, dan Bundaran HI yang membentang sepanjang enam kilometer. MRT Jakarta Fase 1 direncanakan akan beroperasi pada Maret 2019 dengan kapasitas layanan sekitar 173 ribu penumpang per harinya.  [NAS/CP]