Berita & Update

Archive

  • PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. resmi menjadi mitra PT MRT Jakarta

    04 Mar , 2017

    PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. resmi menjadi mitra PT MRT Jakarta dalam upaya percepatan pembangunan konstruksi proyek Mass Rapid Train (MRT) Jakarta Fase 2 Bundaran HI – Ancol.

    Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) penggunaan lahan di kawasan Ancol untuk stasiun dan depo MRT Jakarta dilakukan oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, dan Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk., C. Paul Tehusijarana, Jumat (3/3) lalu di Balai Kota Pemprov DKI Jakarta, disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Lebih jauh lagi, NKB menandai perubahan rencana jalur tempuh MRT yang semula hanya melayani Bundaran HI – Kampung Bandan, kini menjadi Bundaran HI – Ancol Timur dengan perkiraan panjang rute mencapai 13,5 km dengan 12 stasiun bawah tanah. Pembangunan konstruksi Fase 2 pun dipercepat menjadi pada 2018 (awalnya direncanakan pada 2019) sesuai instruksi Presiden RI, Joko Widodo.

    William Sabandar menyampaikan bahwa perluasan wilayah opearasional MRT Jakarta akan mendukung perubahan gaya hidup masyarakat dalam menggunakan transportasi publik. “Akses masyarakat menuju kawasan Ancol akan lebih mudah dan terjangkau,” katanya. “Lahan yang dibutuhkan sekurangnya sekitar 5 sampai 6 hektar,” tambahnya. Tak lupa William menyebutkan bahwa pada tahun ini (2017), PT MRT Jakarta akan mengejar pembuatan basic engineering design sehingga rencana percepatan pada 2018 dapat tercapai.

    Paul mengapresiasi kerja sama kedua belah pihak ini. “Kita akan mendapatkan manfaat dari TOD (Transit Oriented Development) yang secara ekonomis akan meningkatkan nilai Ancol,” ujarnya disela-sela wawancara dengan awak media. “Kami terus bicarakan dengan PT MRT Jakarta terkait pengembangan master plan-nya,” pungkasnya.

    Hingga kini, perkembangan pengerjaan MRT fase pertama yang melayani rute Lebak Bulus – Bundaran HI telah mencapai 67%, dengan target beroperasi pada Maret 2019. Nantinya, rute sepanjang 16 kilometer ini akan memiliki 13 stasiun, dengan 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah dengan waktu tempuh 30 menit. [NAS/CP]