Berita & Update

Archive

  • MRT Jakarta Paparkan Capaian di Regional Meeting on Sustainable Urban Transportation Index

    03 Mar , 2017

    Dalam acara “Regional Meeting on Sustainable Urban Transport Index” yang diselenggarakan oleh United Nations Economic and Social Commission for Asia and The Pacific (UNESCAP), Kementerian Perhubungan RI, Badan Pengelola Transportasi JABODETABEK, dan Korean Transportation Institute, Kamis (2/3) kemarin, Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono, memaparkan upaya pemerintah Republik Indonesia dalam menangani transportasi perkotaan. Agung menyampaikan tiga fungsi utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini. “Membangun infrastruktur, mengoperasikan dan memelihara, serta mengelola railway dan non-railway business,” ungkapnya di hadapan para delegasi perwakilan 20 negara yang menghadiri acara tersebut.

    Lebih lanjut Agung juga memaparkan perkembangan pembangunan MRT sejak dimulai pada Oktober 2013 silam. “Setidaknya, per 28 Februari lalu sudah mencapai 67 persen.” Ia juga menambahkan bahwa mandat MRT Jakarta adalah menyelenggarakan pengoperasian dengan standar internasional, yaitu mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan dapat diandalkan.

    Sebagi penutup paparan, Agung berharap agar terjalin jejaring dan kemitraan di antara para peserta yang terdiri dari praktisi dan para pakar transportasi dari negara-negara di kawasan Asia Pasifik, sehingga pihaknya mendapat masukan-masukan berharga terkait pengembangan MRT ke depan.

    Hal tersebut diamini oleh Dr. Elly Sinaga, Kepala Badan Pengelola Transportasi JABODETABEK, sebuah lembaga yang bertugas mengembangkan, mengelola, dan meningkatkan pelayanan transportasi secara terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. “Para pakar ini mendiskusikan bagaimana membangun kota yang berkelanjutan (sustainable city). Terlebih, Indonesia telah disepakati menjadi proyek percontohan untuk mengukur indeks transportasi urban yang berkelanjutan (sustainable urban transportation index),” jelasnya.

    Elly juga menyampaikan harapannya terhadap MRT di masa yang akan datang. “(MRT) ini akan digunakan oleh masyarakat. Yang paling penting adalah titik-titik integrasi agar masyarakat menjadi nyaman dalam menggunakan transportasi publik,” tambahnya. “Saya melihat, kita tidak hanya akan berbicara masalah akses, namun juga akan memiliki peradaban dan gaya hidup baru yang lebih baik,” pungkasnya.

    Setelah pertemuan hari itu, rencanannya para peserta akan melakukan kunjungan lapangan ke terowongan bawah tanah Fase 1 di Stasiun Bundaran HI untuk melihat langsung perkembangan pengerjaan MRT Jakarta tersebut. [NAS/CP]